Jakarta - Seiring dengan bertambahnya fitur, ukuran aplikasi
WhatsApp menjadi bertambah besar dan mengakibatkan tuntutan kebutuhan hardware makin tinggi, baik prosesor, memori dan RAM.
Padahal
banyak pengguna yang menggunakan gadget lawas dengan spesifikasi
terbatas, sehingga mengakibatkan masalah dalam menjalankan aplikasi
terkini termasuk
WhatsApp, mulai dari hang sampai melambat.
Solusi
dari masalah ini, selain mengganti dengan gadget berspesifikasi lebih
tinggi, bisa juga diatasi dengan mengontrol penggunaan RAM dan memori
sehingga hanya aplikasi penting saja yang dipasang dan digunakan.
Sayangnya, ini dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk menyebarkan broadcast tips mempercepat
WhatsApp. Pesan berantai ini berusaha memberikan solusi yang ramai disebarkan sejak pertengahan 2017 dengan isi seperti di bawah ini:
<<>>Buat
yg HP nya berat karena banyak tergabung di grup WA nih tips buat
ringanin nya. Ga perlu keluar dari group. Gabung lebih dr 100 group hape
masih tak lemot alias banter kencang. TIPS SINGKAT SUPAYA HP TIDAK LEMOT KARENA WA GROUPTips HP tidak hang dan lelet tanpa delete/clear chat adalah:1. Buka WA2. Masuk ke setelan3. Pilih 'Penggunaan data'4. Pilih 'Penggunaan jaringan', kelihatan berapa Kb yang terpakai5. Pilih 'Atur Ulang Statistik', paling bawah.JREENG ..Langsung semua jadi 0 Kb,Akan lebih cepat lagiTak ada data yg hilang.Data amanPERLU DICOBA....*Jangan leave group krna hp lemot...Monggo Buktikan!!SMOGA BERMANFAAT..<<>>Isi broadcast memang bertujuan membantu dan baik hati. Tentunya jika diterima oleh pengguna
WhatsApp yang juga baik hati, dengan cepat akan langsung disebarkan lagi.
Mungkin
pikirnya, kalau bisa membantu teman yang mengalami kesulitan akan
mendapatkan pahala. Apalagi bunyinya pesannya juga dilengkapi dengan
icon khas
WhatsApp dan penebalan huruf sehingga enak di lihat. (lihat gambar 1).

Entah karena postingnya sangat meyakinkan atau memang pengguna media
sosial Indonesia senang berbagi dengan orang lain, penyebaran broadcast
ini tidak hanya terjadi di
WhatsApp, tetapi juga marak disebarkan di wall Facebook seperti terlihat di bawah ini (lihat gambar 2).

Namun apakah saran yang diberikan memang benar bisa membuat ponsel tidak
lemot ? Vaksincom akan mencoba membahas dan memberikan informasi kepada
Anda.
Jangan Mudah Percaya Menurut tips
yang diberikan , supaya ponsel tidak hang dan lelet (pelan) tanpa clear
chat, yang perlu dilakukan adalah melakukan 'Atur Ulang Statistik' atau
'Reset Statistic' (lihat gambar 3).
Dari klaim yang diberikan, aktivitas di atas tidak 'clear chat' atau
menghapus data chat dapat dikatakan sebagai kebenaran karena aktivitas
tersebut tidak menghapus data chat, baik data gambar, video atau chat.
Namun klaim bahwa aktivitas 'Reset Statistic' ini bisa membuat
WhatsApp Anda menjadi lebih cepat, gambarannya kira-kira seperti ini:
Statistics
Whatsapp
dapat diumpamakan sebagai Odometer pada kendaraan. Anda bisa reset
odometer kendaraan jadi 0 setiap kali Anda isi bensin. Di mana reset
odometer ini akan membantu memperkirakan saat isi bensin kembali ketika
odometer telah menempuh jarak yang telah ditentukan.
Ini tidak
berarti bahwa dengan reset odometer saja Anda sudah isi bensin. Jadi,
aktivitas isi bensin harus tetap dilakukan (jangan lupa bayar).
Kalau
cuma reset odometer tidak diikuti dengan isi bensin, tetap berarti
tangkinya tetap kosong dan jarak tempuh kendaraan tidak bertambah.
Nah, begitu juga dengan aksi reset statistik, yang direset hanya odometer statistik saja dan tidak ada hubungan dengan data
WhatsApp terkait atau mempengaruhi performa
WhatsApp.
Jadi secara logis, jika reset statistik ini dikatakan berpengaruh terhadap performa
WhatsApp, nyatanya ini tidak ada pengaruhnya sama sekali.
Lalu apa gunanya reset statistik ini? Tujuannya adalah agar pengguna
WhatsApp dapat mengetahui secara detail seberapa besar
penggunaan data dan aktivitas apa saja yang menggunakan data besar sehingga bisa dibatasi.
Selain
itu, untuk yang paket kuotanya pas-pasan setiap kali reset kuota
seluler, dia dapat melakukan reset statistik untuk mengetahui seberapa
besar penggunaan bandwidth oleh
WhatsApp dan dapat menghemat jika sudah melampaui batas kuota.
Sebagai catatan, detail statistik yang diberikan di sini hanya statistik
Whatsapp saja dan belum termasuk statistik aplikasi lain.
Tips WhatsApp Anti LemotJadi, bagaimana cara mempercepat
WhatsApp yang lemot? Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan:
- Hapus
pesan, gambar dan video yang tidak diperlukan. Jika membutuhkan program
bantuan, Anda bisa mempertimbangkan aplikasi gratis WhatsApp
Cleaner' yang memiliki fitur seperti mencari gambar atau video ganda
yang diterima berulang dari Group dan menghapusnya guna menghemat memori
(lihat gambar 4).

- Bersihkan cache atau RAM. Salah satu cara yang simpel adalah restart perangkat.
- Jika sering hang atau crash, kalau memungkinkan, update WhatsApp ke versi yang terbaru sehingga mengurangi potensi bug.
- Kekurangan RAM mungkin menjadi sebab WhatsApp pelan. Atur RAM Anda dan uninstal aplikasi yang tidak diperlukan guna membebaskan RAM.
- Terkadang
terjadi kesalahan dalam proses instalasi atau update yang mengakibatkan
error. Solusi masalah ini adalah instal ulang. Namun perlu Anda
ketahui, bahwa instal ulang aplikasi akan menyebabkan semua data WhatsApp hilang. Karena itu, harap berhati-hati melakukan uninstal dan lakukan backup semua data WhatsApp dengan baik sebelum melakukan instal ulang.

Jika Anda sudah melakukan cara-cara di atas namun
WhatsApp
masih lambat dan spesifikasi gadget memang termasuk lawas, ada baiknya
mempertimbangkan membeli gadget baru ketimbang mengeluarkan dana
mengupgrade atau memperbaiki gadget lawas.
Pasalnya, harga
gadget makin lama makin murah dan kalau terlalu sering bermasalah,
bisa-bisa biaya dan waktu yang Anda keluarkan untuk mengurusi gadget
lama lebih mahal ketimbang mengganti dengan gadget baru.
Selamat mencoba!
(/)
Sumber: https://inet.detik. com/konsultasi-internet-security/d-3744937/tips-whatsapp-anti-lemot-menyesatkan-beredar-ini-yang-benar